“Pasar elektroda grafit global bernilai 9,13 miliar dolar AS pada tahun 2018 dan diperkirakan akan mencapai 16,48 miliar dolar AS pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 8,78% selama periode perkiraan.”
Dengan meningkatnya produksi baja dan industrialisasi infrastruktur modern, permintaan akan material teknik dan konstruksi terus meningkat, yang merupakan beberapa faktor penting yang mendorong pertumbuhan pasar elektroda grafit global.
Dapatkan salinan contoh laporan lanjutan ini di https://brandessenceresearch.com/requestSample/PostId/160
Elektroda grafit adalah elemen pemanas yang digunakan dalam tungku busur listrik untuk membuat baja dari besi tua, mobil bekas, dan peralatan lainnya. Elektroda tersebut memberikan panas pada besi tua untuk melelehkannya dan menghasilkan baja baru. Tungku busur listrik banyak digunakan dalam industri produksi baja dan aluminium karena biaya pembuatannya murah. Elektroda grafit dapat dirakit menjadi silinder karena merupakan bagian dari penutup tungku listrik. Ketika energi listrik yang disuplai melewati elektroda grafit ini, busur listrik yang kuat terbentuk, melelehkan besi tua. Sesuai dengan kebutuhan panas dan ukuran tungku listrik, elektroda dengan ukuran berbeda dapat digunakan. Untuk menghasilkan 1 ton baja, dibutuhkan sekitar 3 kg elektroda grafit. Dalam pembuatan baja, grafit memiliki kemampuan untuk menahan suhu yang sangat tinggi, sehingga suhu ujung elektroda mencapai sekitar 3000 derajat Celcius. Jarum dan kokas minyak bumi adalah bahan baku utama yang digunakan untuk membuat elektroda grafit. Pembuatan elektroda grafit membutuhkan waktu enam bulan, dan kemudian proses tertentu, termasuk pembakaran dan pembakaran ulang, digunakan untuk mengubah kokas menjadi grafit. Elektroda grafit lebih mudah diproduksi daripada elektroda tembaga, dan kecepatan produksinya lebih cepat karena tidak memerlukan proses tambahan seperti penggilingan manual.
Dalam konteks pembangunan pasar elektroda grafit, meningkatnya permintaan baja di industri minyak dan gas serta otomotif diperkirakan akan mendorong perkembangan pasar elektroda grafit. Lebih dari 50% baja yang diproduksi secara global digunakan dalam industri konstruksi dan infrastruktur. Laporan ini mencakup pendorong, kendala, peluang, dan tren terkini yang telah berkontribusi pada pertumbuhan pasar selama periode analisis. Laporan ini menganalisis secara detail jenis dan aplikasi segmentasi regional.
Elektroda grafit adalah salah satu konduktor, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembuatan baja. Dalam proses ini, besi bekas dilebur dalam tungku busur listrik dan didaur ulang. Elektroda grafit di dalam tungku sebenarnya yang melelehkan besi. Grafit memiliki konduktivitas termal yang tinggi, dan sangat tahan terhadap panas dan benturan. Ia memiliki resistansi rendah, yang berarti dapat menghantarkan arus besar yang dibutuhkan untuk melelehkan besi. Elektroda grafit terutama digunakan dalam tungku busur listrik (EAF) dan tungku sendok (LF) untuk produksi baja, ferroalloy, dan proses peleburan logam silikon.
Laporan pasar elektroda grafit global mencakup pemain-pemain terkenal seperti GrafTech, Fangda Carbon China, SGL Carbon Germany, Showa Denko, Graphite India, HEG India, Tokai Carbon Japan, Nippon Carbon Japan, SEC Carbon Japan, dll. GrafTech Amerika, Fangda Carbon China, dan Graphite India memiliki total kapasitas produksi sebesar 454.000 ton.
Waktu posting: 04-03-2021