Analisis Mekanisme:
Fenomena Ledakan (Peletupan):
- Pelepasan zat volatil yang cepat: Ketika kandungan volatil dalam kokas minyak bumi tinggi, seiring dengan kenaikan suhu selama tahap awal kalsinasi, zat volatil akan terlepas dengan cepat. Jika laju pelepasan terlalu cepat, tekanan uap yang signifikan akan menumpuk di dalam partikel kokas minyak bumi, yang menyebabkan pecah.
- Pengendalian suhu yang tidak tepat: Jumlah maksimum zat volatil menguap pada suhu kalsinasi antara 600–700°C. Jika suhu naik terlalu cepat selama tahap ini, zat volatil akan menguap dengan hebat, memperburuk fenomena pecah.
Fenomena Penghinaan:
- Pembakaran tidak sempurna dari zat mudah menguap: Selama kalsinasi kokas minyak bumi dengan kandungan zat mudah menguap tinggi, pembakaran tidak sempurna dari zat mudah menguap menghasilkan sejumlah besar karbon hitam dan partikel yang tidak terbakar.
- Peleburan abu: Abu dalam kokas minyak bumi meleleh pada suhu tinggi dan bergabung dengan materi partikulat yang tidak terbakar untuk membentuk campuran eutektik dengan titik leleh rendah yang menempel pada dinding tungku atau peralatan, sehingga menyebabkan pembentukan terak.
- Suhu yang berlebihan: Ketika suhu kalsinasi melebihi suhu pelunakan abu, abu akan meleleh dan menempel, membentuk terak.
Tindakan Pencegahan:
Pengendalian Suhu Kalsinasi dan Laju Pemanasan:
- Pemanasan bertahap: Pada tahap awal kalsinasi, gunakan laju pemanasan yang lebih rendah agar zat volatil dapat keluar perlahan, dan hindari tekanan uap internal yang berlebihan. Misalnya, pemanasan lambat sebelum 900°C dapat meningkatkan hasil aktual.
- Pengendalian suhu tahap suhu tinggi: Pada suhu tinggi (misalnya, 1240–1300°C), kurangi laju pemanasan secara tepat untuk membantu meningkatkan kepadatan sebenarnya dan ketahanan oksidasi kokas yang dikalsinasi, serta mengurangi risiko pembentukan terak.
Optimalisasi Pengoperasian Peralatan Kalsinasi:
- Pertahankan level material yang rendah: Pada tungku pot, pertahankan level material yang rendah agar kokas minyak bumi yang ditambahkan dapat dengan cepat mengeluarkan zat volatil, mengurangi waktu tinggalnya di dalam tungku dan menurunkan kemungkinan terbentuknya kerak.
- Tingkatkan tekanan negatif: Pertahankan tekanan negatif yang tinggi untuk memfasilitasi pengeluaran zat volatil secara lancar dan mencegah penumpukannya di dalam tungku.
- Bersihkan saluran pembuangan zat mudah menguap secara teratur: Bersihkan saluran pembuangan zat mudah menguap dan saluran pengumpul secara berkala untuk mencegah penyumbatan dan memastikan pembuangan zat mudah menguap tanpa hambatan.
Penyesuaian Rasio Bahan Baku:
- Kalsinasi campuran: Tambahkan kokas minyak bumi bervolatilitas rendah atau kokas yang telah dikalsinasi ke kokas minyak bumi bervolatilitas tinggi untuk mengurangi kandungan volatil secara keseluruhan. Pastikan rasio yang akurat dan pencampuran yang seragam untuk menghindari kandungan volatil tinggi yang terlokalisasi.
- Kendalikan ukuran partikel bahan baku: Singkirkan bahan berukuran besar dan pengotor logam untuk mengurangi kandungan anorganik dan meminimalkan sumber pembentukan terak.
Peningkatan Parameter Proses:
- Pengendalian kadar oksigen yang tepat: Pertahankan kadar oksigen yang sesuai untuk menghindari atmosfer reduksi yang menurunkan titik leleh abu. Misalnya, ketika kadar oksigen di bawah 5%, titik leleh abu menurun sebesar 100–150°C, meningkatkan risiko pembentukan kerak.
- Optimalkan distribusi udara: Sesuaikan rasio distribusi udara sesuai dengan tahap kalsinasi untuk memastikan pembakaran sempurna zat volatil dan mengurangi pembentukan karbon hitam dan partikel yang tidak terbakar.
Modifikasi dan Pemeliharaan Peralatan:
- Modifikasi peralatan kalsinasi: Untuk kokas minyak bumi dengan kandungan zat mudah menguap tinggi, lakukan modifikasi khusus pada tanur putar atau tanur pot, misalnya dengan menambahkan saluran pembuangan zat mudah menguap dan mengoptimalkan distribusi aliran udara internal, untuk menyesuaikan dengan persyaratan kalsinasi material dengan kandungan zat mudah menguap tinggi.
- Inspeksi peralatan secara berkala: Pastikan pengoperasian peralatan normal untuk mencegah panas berlebih lokal atau aliran udara yang buruk yang dapat menyebabkan pembentukan kerak. Misalnya, periksa pembakar dan saluran api serta segera bersihkan abu dan kerak yang menumpuk.
Waktu posting: 14 April 2026