Bagaimana alur proses lengkap untuk memproduksi kokas minyak bumi yang digrafitisasi?

Proses produksi kokas minyak bumi tergrafitisasi secara lengkap mencakup beberapa tahapan, termasuk pra-perlakuan bahan baku, kalsinasi, penghancuran dan penyaringan, pencampuran dan pengadukan, pencetakan, pemanggangan, perlakuan grafitisasi, serta pengolahan halus dan pengemasan. Berikut adalah pengenalan detailnya:

Penyaringan dan Pra-perlakuan Bahan Baku: Bahan baku karbon kokas minyak bumi berkualitas tinggi dipilih dan disaring serta dihancurkan untuk mengurangi ukurannya menjadi ukuran partikel yang sesuai. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran, memastikan kemurnian dan keseragaman ukuran partikel bahan baku, sehingga menjadi dasar untuk proses selanjutnya.

Kalsinasi: Bahan karbon kokas minyak bumi dengan ukuran yang sesuai ditempatkan dalam tungku bersuhu tinggi untuk proses kalsinasi. Proses ini menghilangkan kelembapan dan komponen volatil dari bahan baku, sehingga meningkatkan sifat fisikokimia, seperti densitas sebenarnya dan resistivitas. Selain itu, kalsinasi berkontribusi pada pemurnian dan peningkatan kualitas kokas minyak bumi, meningkatkan nilai kalor dan sifat fisiknya.

Penghancuran dan Penyaringan: Setelah kalsinasi, bongkahan kokas minyak bumi perlu didinginkan untuk mengurangi suhunya. Selanjutnya, dilakukan penyortiran mekanis untuk menghilangkan produk yang tidak sesuai, sehingga kualitas produk terjamin. Kemudian, kokas minyak bumi yang telah didinginkan menjalani penghancuran dan penyaringan lebih lanjut untuk memenuhi persyaratan distribusi ukuran partikel untuk proses selanjutnya.

Pencampuran dan Pengadukan: Sesuai dengan persyaratan formulasi produk, kokas minyak bumi yang telah dikalsinasi dicampur dengan pengikat (seperti ter batubara) dalam rasio tertentu. Campuran tersebut kemudian diaduk pada suhu tertentu untuk memastikan pencampuran yang seragam dan diuleni hingga menjadi pasta yang mudah dibentuk. Langkah ini membantu meningkatkan kekompakan campuran, membentuk pasta homogen yang mudah dibentuk dan cocok untuk dicetak.

Pencetakan: Pasta karbon yang telah diuleni mengalami deformasi plastis di bawah gaya eksternal yang diberikan oleh peralatan pencetakan, yang pada akhirnya membentuk kompak hijau dengan bentuk, ukuran, kepadatan, dan kekuatan tertentu. Selama proses pencetakan, faktor-faktor seperti jenis cetakan, pemilihan peralatan, dan pengendalian mutu produk harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa kualitas kompak hijau memenuhi persyaratan.

Pemanggangan: Kompak mentah ditempatkan dalam tungku pemanas yang dirancang khusus dan diberi perlakuan panas suhu tinggi di bawah perlindungan pengisi khusus. Proses pemanggangan menyebabkan terpentin batubara dalam kompak mentah mengalami karbonisasi, membentuk kokas terpentin yang memadatkan agregat karbon dan partikel bubuk menjadi satu. Produk karbon yang dipanggang menunjukkan kekuatan mekanik yang tinggi, resistivitas rendah, dan stabilitas termal dan kimia yang baik.

Perlakuan Grafitisasi: Bongkahan kokas minyak bumi yang telah dipanggang ditempatkan dalam tungku grafitisasi dan diberi perlakuan grafitisasi pada suhu tinggi (biasanya 2800℃-3000℃). Selama proses ini, pengotor sisa dalam bongkahan kokas minyak bumi secara bertahap menguap, sementara atom karbon tersusun ulang untuk membentuk struktur grafit yang lebih padat. Perlakuan grafitisasi secara signifikan meningkatkan konduktivitas listrik, konduktivitas termal, dan stabilitas kimia material karbon, yang pada akhirnya menghasilkan kokas minyak bumi tergrafitisasi dengan kemurnian tinggi.

Pengolahan dan Pengemasan Halus: Setelah perlakuan grafitisasi, kokas minyak bumi menjalani pengolahan halus (seperti penyaringan dan pemilahan) dan pengemasan sebelum siap dijual. Produk-produk ini banyak digunakan dalam pembuatan berbagai produk industri, termasuk elektroda, katoda, dan bahan bakar boiler.


Waktu posting: 08-Sep-2025